Pantai Tanjung Kasuari

Pantai Tanjung KasuariPantai Tanjung Kasuari terletak di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pantai yang indah tersebut menjadi salah satu tempat rekreasi utama yang paling sering dikunjungi hampir setiap harinya oleh masyarakat Sorong maupun dari luar Sorong.


Pantai Tanjung Kasuari Berjarak sekitar 7 Km dari pusat kota Sorong.Pantai Tanjung kasuari bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan Roda empat maupun roda dua.kalo yang tidak punya kendaraan juga ada angkot yang menuju Pantau Tanjung Kasuari.


Udara yang sejuk, pasir yang cukup putih, air laut yang cukup jernih serta banyak hamparan pohon kelapa di sekitar pantai. membuat orang-orang dari daerah sorong dan sekitarnya senang untuk berekreasi kesana.apalagi di waktu sore atau di akhir pekan.Wisata Indonesia Surga Dunia.

Tembok Dofior

Tembok Dofior
Wisatanesia.com-Tembok Dofior Merupakan tembok pembatas Pantai yang ada di Kota Sorong tepatnya berada di sepanjang garis Pantai Dofior, atau juga dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Tembok Berlin Papua. Tembok Dofior di bangun sebagai penangkal abrasi yang mempunyai panjang sekitar 1 kilometer.
tembok dofior
Tembok Dofior yang mempunyai tinggi sekitar 1,5 meter,berada di samping badan jalan raya itu memiliki beberapa titik anak tangga. Bagian atas tembok tersebut memiliki lebar sekitar 1 meter, yang terbagi dalam dua anak tangga yang mempunyai selisih tinggi sekitar 30 centimeter. Seolah-olah bagian atas tembok Dofior itu memang dibuat untuk memudahkan pengunjung menikmati suasana Pantai Dofior di waktu sore hari maupun malam hari.
tembok dofior
Pantai Dofior sangat cocok buat melihat terbenamnya Matahari(Sunset),serta melihat beberapa tempat wisata yang ada di sorong,diantaranya:Pulau Doom,Pulau Buaya,menara mercusuar dan juga bisa melihat kapal yang bersandar di Pantai Dofior. Wisata Indonesia Surga Dunia.

RI Dapat President Trophy di TOR Pasadena 2012

Indonesia yang diwakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali mendapatkan President Trophy pada acara Pawai Kendaraan Hias Terbesar Dunia “Tournament of Roses (TOR)” 2012 yang acaranya di langsungkan di Pasadena, Amerika Serikat pada tanggal 2-3 Januari 2012.

Ketua Delegasi Kemenparekraf pada event “Tournament of Roses (ToR)” 2012 Titien Soekarya melaporkan, keikutsertaan Indonesia pada tahun ini merupakan keikutsertaan yang ketujuh kalinya. “mulai tahun 1990 hingga 1995, Indonesia selalu mendapatkan award,” kata Titien yang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan IPTEK Kemenparekraf.

Setelah absen selama 16 tahun, Indonesia yang diwakili Kemenparekraf bersama stakeholder pariwisata kembali berpartisipasi dalam Tournament of Roses (ToR) 2012 di Pasadena, Amerika Serikat.

Partisipasi Indonesia dalam ajang ToR 2012 yang sudah di selenggarakan sejak tahun 1890 dan diadakan setiap tanggal 1 Januari untuk menyambut awal Tahun Baru ini merupakan rangkaian promosi dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya wisatawan dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Indonesia yang diwakili Depparpostel ketika itu pernah berpartisipasi aktif selama enam tahun berturut-turut pada tahun 1990 hingga 1995 dan selalu meraih award. Selain award, event ini dimanfaatkan sebagai ajang sebuah promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan daya tarik alam dan budaya Indonesia ke masyarakat Amerika Serikat dan internasional pada umumnya.

Pawai kendaraan hias Tournament of Roses (ToR) disaksikan sekitar 300 juta masyarakat internasional, sedangkan di Amerika Serikat sendiri diperkirakan mencapai 38 juta penonton dan 2 juta penonton yang datang langsung menyaksikan TOR pada hari “H” parade.

Tema ToR 2012 yang merupakan penyelenggaraan ke-123 iadalah “Just Imagine”. Dalam kesempatan ini Indonesia tampil dengan kendaraan hias bertemakan “Wonderful Indonesia” .

Desain kendaraan hias Indonesia yang bertemakan “Wonderful Indonesia” ini mempunyai berukuran panjang 44 kaki, lebar 18 kaki, dan tinggi 24 kaki dengan menampilkan 8-10 riders di atas kendaraan dan 8-10 penari di sisi kendaraan hias.

Kendaraan hias Indonesia menempati urutan ke-26 dari 92 kendaraan akan melintasi ruas jalan 391 South Orange Grove Boulevard, Pasadena-California pada 2 Januari 2012. Kendaraan hias “Wonderful Indonesia” ini merupakan satu-satunya wakil dari kawasan Asia.Wisata Indonesia Surga Dunia.

Sumber:http://www.budpar.go.id/budpar/asp/detil.asp?c=16&id=1138

Monumen Suryo

monumen suryo
Monumen Suryo ini berdiri di sebuah hutan jati dan dibangun untuk menghormati Gubernur pertama Jawa Timur, Mr Soerjo. Gubenur Suryo meninggal dalam insiden kerusuhan komunis yang terjadi pada tahun 1948.

Pada bulan November 1948, Presiden Soekarno memanggil semua gubernur dari Republik bertemu di Yogyakarta (pada waktu itu Yogyakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia).

Pada perjalanan pulang kembali ke Surabaya, tepatnya di Dukuh Bago
Desa Kedungalar,Kabupaten Ngawi, Beliau bersama rombongan di hentikan oleh pengikut PKI, dan dipaksa untuk memasuki hutan. Tepat di tengah hutan Ngawi Kedungalar, beliau bersama pengikutnya di bunuh dengan sadis. Pada tempat pembunuhan RM Soerjo ini dibangun sebuah monumen, Lokasinya juga cukup strategis, antara hutan kayu jati, dan hutan kayu mahoni di sepanjang jalan raya Ngawi-Solo.
MonumenSuryo
Seperti tempat wisata alam lainnya, tempat ekowisata ini juga menawarkan panorama alam. dan di sekitar Monumen Soerjo telah di tanami beberapa tanaman untuk menandai 23 jenis tanaman langka yang dilindungi oleh hukum, seperti; yang sawo Kecik, citradora, cendana, sonokeling, dan lain-lain. Ada juga jenis burung yang ditangkarkan seperti: Perkutut, Podang, Jalak, Bekisar dll.

Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola monumen yaitu Perum Perhutani KPH Ngawi telah membuat berbagai fasilitas yang tersedia. diantaranya adalah, sebuah ruang informasi, musholla, sebuah pendopo untuk beristirahat, sebuah tempat bermain anak-anak.Objek Wisata Indonesia Surga Dunia.(Sumber Artikel Wikipedia)

Monumen Yogya Kembali

Monumen Yogya KembaliMuseum Monumen Yogya Kembali merupakan sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di kota Yogyakarta dan dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Museum yang berada di bagian utara kota ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dalam acara darmawisata.

Museum Monumen yogya Kembali dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum di lantai 1 terdapat benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman juga disimpan di sini (di ruang museum nomor 2).

Monumen Yogya KembaliMonumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh kolonel Soegiarto, selaku walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983.

Nama Monumen Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan) dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda.Objek Wisata Indonesia Surga Dunia.(artikel Berbagai Sumber)

Monumen Yogya Kembali,Monjali,museum monumen yogya kembali,yogya kembali,monumen jogja kembali.

Candi Mendut

Candi Mendut

Wisatanesia.com-Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur.

Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.
Arsitektur candi
Candi MendutBahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah.

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.
Hariti.
Candi MendutDinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksi yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.
Buddha dalam posisi dharmacakramudra.

Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi. Sekarang di depan arca Buddha diletakkan hio-hio dan keranjang untuk menyumbang. Para pengunjung bisa menyulut sebuah hio dan berdoa di sini.(artikel:wikipedia)

Candi Borobudur

Candi Borobudur
Wisatanesia.com-Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú)

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Candi Borobudur
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.
Struktur Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Candi BorobudurStruktur Candi Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.
Candi Borobudur
Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.(Artikel berbagai sumber)

Candi Prambanan

Candi PrambananWisatanesia.com-Candi Prambanan Sebagai peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan memang memiliki pesona keindahan tersendiri. Sebab selain bentuk bangunan dan tata letaknya yang menakjubkan, candi Prambanan juga menyimpan kisah sejarah dan legenda yang sangat menarik wisatawan. Tak heran bila candi yang terletak di tepi jalan raya 17 Km dari Yogyakarta menuju Solo ini menjadi obyek wisata andalan bagi kedua kota tersebut.

Komplek candi yang dibangun pada abad 9 M ini memiliki tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah,
Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu.

Candi PrambananPara wisatawan juga dapat melihat dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana.

Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan juga dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso, seorang lelaki perkasa Putra Raja Pengging. Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung, berusaha menolak pinangan ini dengan mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam.

Candi Prambanan KlatenDengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut dan hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang yang panik, berusaha menggagalkan keberhasilan ini dengan mengerahkan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari.

Mengira tenggat waktunya telah berakhir, semua kekuatan supranatural yang membantu Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka. Dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung.

Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat wisatawan lihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.
Wisata Indonesia Surga Dunia

ASEAN Tourism Forum Digelar di Manado 2012

Pertemuan yang dilakukan para menteri-menteri pariwisata dari negara-negara ASEAN dalam ASEAN Tourism Forum (ATF) akan digelar di Manado, Sulawesi Utara yang diadakan pada 8-15 Januari 2012. Pada waktu yang bersamaan juga akan digelar pameran dan bursa pariwisata atau Travex (Travel Exchange) yang mempertemukan para buyers dan sellers pariwisata ASEAN dan mancanegara.


"Penyelenggaraan ATF 2012 kali ini diadakan di Manado, karena kota ini merupakan salah satu destinasi MICE (Meeting, Inventive, Convention dan Exhibition-Red) kelas dunia," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Dr. Sapta Nirwandar di Gedung Sapta Pesona, Selasa (20/12).


Sapta Nirwandar mengatakan, pertemuan para menteri pariwisata ASEAN dalam ATF 2012 dijadwalkan berlangsung di Grand Kawanua Convention Center Manado pada tanggal 13 Januari 2012. Pertemuan akan mengangkat tema 'ASEAN Go Green'. Selain para menteri pariwisata dari 10 negara ASEAN akan hadir para pejabat pariwisata dunia antara lain Secretary General UN-WTO, President of Aspac, dan CEO of PATA yang akan menjadi pembicara.


Sementara itu untuk kegiatan Travex akan diikuti 400 buyers dari mancanegara, 900 sellers, dan 100 media internasional. Hingga 19 Desember ada 1.343 peserta yang sudah konfirmasi kehadiran. Dengan rincian 383 buyers, 886 sellers dan 74 media internasional. Kemenparekraf memprediksi peserta ATF berjumlah sekitar 1. 450 yang terdiri dari 400 buyers, 950 sellers dan 100 media.


Para buyers berasal dari ASEAN, Asia, Aspac, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika, sedang para sellers berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Philipina, dan Thailand. Untuk media internasional akan diliput dari media d ASEAN, Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Indonesia pernah menjadi tuan rumah konferensi ATF pada 1986 di Bandung, Jawa Barat serta di Jakarta dan Yogyakarta pada 1991 dan 1996. Wisata Indonesia Surga Dunia.(budpar.go.id)